Rain
Jutaan tetes air yang jatuh ke bumi itu, membuatku berlari mencari tempat berteduh sambil memayungi kepalaku dengan tangan. Aku baru saja keluar dari gedung Teaching Lab dan hujan langsung menyambutku. Akhirnya aku pun berdiri di tempat ini, asrama A1, untuk menunggu hujan reda. Memang salahku sendiri kenapa tidak membawa payung. Padahal aku tahu sendiri kalau Bogor ini adalah kota hujan. Hhhh, ku pikir tidak ada gunanya aku menyesal. Lagipula, kalu tidak begini mungkin kata-kata ini tidak akan tertuangkan dalam tulisan amatiran ini. hehe
Menunggu dan menunggu. Sebenarnya aku bosan. Aku tak henti-hentinya menatap tetes air yang jatuh ke bumi itu, sesekali aku melirik handphone-ku untuk melihat jam. Kalau begini, aku jadi merasa tidak menggunakan waktu sebaik mungkin. Padahal masih banyak kegiatan penting yang harus ku lakukan. Mengerjakan tugas, ikut tutorial, dll. Tapi apa boleh buat? Hujan itu terus memaksaku untuk menunggu. Siapa tahu ada kejutan yang datang disaat-saat aku menunggu? Hehe.
Abaikan, aku memang suka berimajinasi. Hmm... sepertinya hujan sudah mulai reda.Apa aku harus pulang sekarang? Tapi asramaku jauh. Walaupun tetes hujannya tidak sebanyak tadi, sedikit demi sedikit air itu akan membasahi tubuhku. Sedangkan aku harus menjaga kesehatan agar orangtuaku yang sedang tersenyum di rumah tidak khawatir. Ya sudah, tunggu beberapa menit lagi kali ya...
Bosan.
Hujannya masih gitu gitu aja.
Bismillah...
Allahumma Paksakan! Hehe
Asrama tersayang sudah menungguku~
byeee


Komentar
Posting Komentar