Etnobotani Masyarakat Sambas, Kalimantan Barat

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Selain keanekaragaman hayati, Indonesia juga memiliki keanekaragaman budaya, bahasa serta suku atau etnis. Setiap suku di Indonesia mempunyai pengetahuan tradisional yang biasanya diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Salah satu pengetahuan yang dimiliki suku di Indonesia yaitu pemanfaatan tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari. Suatu ilmu yang mempelajari hubungan langsung antara manusia dengan tumbuhan dalam pemanfaatannya secara tradisional disebut etnobotani.
            Masyarakat Sambas sebagai salah satu masyarakat yang memiliki suku di Indonesia yaitu suku melayu memiliki sejarah yang berhubungan dengan pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari. Sambas ini sendiri terletak di provinsi Kalimantan Barat, berbatasan darat dengan Malaysia.
            Makanan khas masyarakat Sambas yang sudah terkenal sejak masa kerajaan adalah Bubbor Paddas (bahasa Indonesianya ‘Bubur Pedas’). Bubur pedas merupakan makanan yang terdiri dari racikan beras dan bermacam-macam sayuran. Sayuran yang digunakan dalam bubur pedas bisa lebih dari sepuluh macam sayuran. Namun, ada sayuran wajib yang harus dimasukkan ke dalam racikan, tumbuhan tersebut adalah daun kesum. Daun kesum inilah yang memberikan rasa khas pada bubur pedas.
            Daun kesum adalah sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di Asia. Nama ilmiahnya adalah Persicaria adorata. Terdapat bagian pokok daun kesum yang boleh diambil untuk dijadikan makanan. Daun kesum sering diambil dan dijadikan bahan masakan yang sungguh membuat selera makan bertambah. Aroma harum dan cita rasa pedas pada daun kesum sangat khas dan dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, ayam maupun daging. Masyarakat Sambas menggunakan daun kesum pada bubur pedas dengan cara diiris tipis bersamaan dengan daun kunyit sehingga masakan bertambah harum dan sedap.
            Bubur pedas atau Bubor Paddas dalam bahasa Sambasnya merupakan salah satu kuliner favorit di tanah melayu Sambas. Tak ada satupun orang Sambas yang tak mengenal makanan ini. Cara membuat dan menyantap makanan ini juga unik. Mulai dari mengumpulkan bahan-bahan, mengolah, memasak dan menyantapnya dilakukan beramai-ramai. Jika dilakukan sendiri rasanya seperti ada yang kurang. Selaras dengan bahan-bahan masakannya yang juga banyak dan terdiri dari berbagai macam sayuran.
            Bahan utama Bubur Pedas adalah ‘midding’ atau pakis (sejenis tumbuhan paku) yang banyak tumbuh liar di semak atau tanah gambut. Mengumpulkan pakis ini lumayan melelahkan, apalagi jika kita harus mencarinya di semak-semak yang padat. Makanya dalam mengumpulkan midding ini akan lebih menyenangkan jika dilakukan beramai-ramai, agar lelahnya tidak terasa.
            Sesuai tradisi yang sudah ada sejak jaman masa kerajaan Sambas, biasanya semua bahan sebisa mungkin dicari dari alam, karena pada dasarnya kuliner yang satu ini sangat murah meriah. Semua jenis sayur-sayuran bisa dijadikan bahan untuk membuatnya. Sayuran tersebut seperti kangkung, kacang panjang, ubi jalar, ubi kayu, toge, jagung, rebung, daun kesum dan lain-lain.
            Bumbu utama bubur pedas adalah beras yang disangrai dicampur dengan kelapa parut yang juga disangrai ditambah dengan serbuk lada, ketumbar dan macam-macam bumbu lainnya digiling menggunakan pennggiling hingga halus. Tidak salah masyarakat Sambas menyebut bubur pedas sebagai Raja Bubur, karena banyak sekali bumbu yang digunakan untuk membuat bubur ini.
            Bahan-bahan seperti pakis dan yang lain harus dibersihkan dan dipotong-potong sehalus mungkin. Dalam proses memasaknya, bahan tidak langsung dimasukkan sekaligus, tetapi berurutan yaitu sesuai dengan tingkat kematangan sayuran yang dimasukkan. Misalnya sayuran seperti singkong dan wortel yang mempunyai tekstur lebih keras, harus dimasukkan terlebih dahulu agar teksturnya lembut saat disantap.
            Budaya menyantap hidangan bubur pedas ini lebih terasa menyenangkan jika dilakukan beramai-ramai. Biasanya sekumpulan orang duduk melingkar dan menyantap bubur pedas ini dengan tambahan pelengkap yaitu taburan ikan teri, bawang merah dan kacang tanah yang sudah digoreng. Tak lupa disediakan kecap manis, kecap asin, saos dan cuka. Tak salah lagi bubur pedas ini akan lebih terasa enaknya, apalagi disantap saat masih baru diangkat dari bara api.
            Proses memasak bubur pedas ini dilakukan pada wajan yang sangat besar dan direbus di atas tungku api. Masyarakat Sambas punya keyakinan jika dimasak seperti itu, bubur pedas akan terasa lebih enak dibandingkan dimasak di atas kompok minyak atau kompor gas.

            Pada masyarakat Sambas, mengadakan acara memasak bubur pedas ini bisa dijadikan cara untuk mengumpulkan sanak saudara atau teman sebaya, maka dari itu dari dulu sampai sekarang tradisi memasak bubur pedas selalu dilakukan beramai-ramai agar kebersamaan antar sanak saudara selalu terjaga.

Komentar

Postingan Populer