Tentang Sabar
Seringkali kita menemukan ketika sesorang marah maka dia akan berkata, "Sabar itu juga ada batasnya, aku juga bisa marah."
Apakah benar jika sabar itu ada batasnya? Bukankah jika ada batasnya, maka itu bukan sabar?
Sabar adalah ketika kita bisa menahan diri atas sesuatu yang kita ingini, termasuk marah, termasuk keinginan-keinginan yang berjalan tidak sesuai rencana. Maka itulah sabar menurutku.
Tapi, hei, bisakah memanusiakan perasaan? Bisakah memikirkan bahwa kita ini hanya manusia biasa, kita bukan Nabi yang bisa sempurna?
Banyak juga dari kita yang sedikit tidak puas jika orang yang kita pilih untuk mengeluarkan segala keluh kesah kita, menceritakan segala masalah kita kepadanya, lalu pada akhirnya menasehati kita untuk, "Sabar". Banyak yang merasa bahwa itu bukan solusi, itu tidak menyelesaikan masalah. Memang, suatu masalah memang harus diselesaikan dengan beberapa tindakan-tindakan. Tapi, sabarlah yang membuatnya berjalan lebih tenang, lebih reda. Coba ingat firman Allah dalam surah Al-Baqarah: 45-46
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya."
Dalam ayat tersebut, Allah hanya meminta kita untuk sabar dan sholat ketika kita bermasalah, ketika kita meminta pertolongan. Karena pada dasarnya setiap musibah atau masalah yang menimpa kita merupakan ujian dari Allah, ujian untuk kita apakah kita masih tetap bersyukur kepada Allah, yaitu dengan cara sujud kepadanya. Serta ujian untuk kita agar tetap bersabar, untuk tidak berprasangka buruk kepada Allah, untuk meminta kita tetap menjadikan Allah sebagai satu-satunya penolong.
Semoga aku, kamu, kita, selalu menjadi orang yang sabar dan penuh syukur.
Sebawi, Juni 2018
9 Syawal 1439H
-Sati Warsini-
Dalam ayat tersebut, Allah hanya meminta kita untuk sabar dan sholat ketika kita bermasalah, ketika kita meminta pertolongan. Karena pada dasarnya setiap musibah atau masalah yang menimpa kita merupakan ujian dari Allah, ujian untuk kita apakah kita masih tetap bersyukur kepada Allah, yaitu dengan cara sujud kepadanya. Serta ujian untuk kita agar tetap bersabar, untuk tidak berprasangka buruk kepada Allah, untuk meminta kita tetap menjadikan Allah sebagai satu-satunya penolong.
Semoga aku, kamu, kita, selalu menjadi orang yang sabar dan penuh syukur.
Sebawi, Juni 2018
9 Syawal 1439H
-Sati Warsini-

Komentar
Posting Komentar