Wanita di Sawah Itu
Badannya terbungkuk layu
Jemarinya lincah beradu
Matanya sendu
Wanita di sawah itu
Hujan mengguyur bumi
Menghapus keringat yang menemaninya
Ia berlari ke gubuk
Tajamnya padi membelai kakinya
Wanita di sawah itu
Membuka capingnya
Menghapus penatnya
Sambil membayangkan buah hatinya
Wanita di sawah itu
Berjuang bagai tak kenal lelah
Meski sudah tampak tua
Semangatnya tak pernah pudar
Wanita di sawah itu
Wanita tangguh yang kupanggil Ibu
Dialah malaikatku
Peneduhku
-Sati Warsini-
Bogor, 24 Desember 2014
*Puisi ini ku persembahkan untuk
Ibuku yang tercinta, peneduh hatiku, Ibu Hajibah.

Komentar
Posting Komentar