TENTANG IBU: Mendidik Anaknya yang Kidal
Waktu kecil, aku adalah bocah
yang cenderung menggunakan tangan kiri saat melakukan berbagai aktivitas
seperti menulis, menggambar, bahkan makan. Padahal ibu selalu mengajariku untuk
menulis ataupun makan menggunakan tangan kanan *karena ini merupakan ajaran
Nabi Muhammad SAW*, namun tetap saja aku menggunakan tangan kiri saat menulis
karena memang lebih nyaman dilakukan. Suatu saat, aku masih duduk di bangku
kelas 1 SD, guruku menyuruhku untuk maju ke depan kelas. Ia menyuruhku menulis
di papan tulis. Saat aku menulis, ia kaget saat melihatku menulis menggunakan
tangan kiri. Ia menegurku dan menyuruhku menggunakan tangan kanan. Meski tidak
nyaman melakukannya, aku tetap melaksanakan perintah guruku.
Sepulang sekolah, aku menceritakan
kejadian yang kualami di sekolah kepada Ibu.
Lalu, besoknya saat aku akan
berangkat ke sekolah, Ibuku mengingatkanku untuk menggunakan tangan kanan saat
menulis, namun aku berkata pada Ibu bahwa aku lupa mana tangan yang kiri dan
mana tangan yang kanan. Ibuku lalu masuk ke dalam karena saat itu kami di teras
rumah, aku sedang memasang sepatu, kemudian ibuku kembali dengan membawa pulpen
di tangannya. Lalu ia meraih tangan kiriku dan mencoret telapaknya, “Ini yang
ibu coret artinya tangan sebelah kiri ya, jadi jangan nulis menggunakan tangan
yang dicoret ini.” Senyumku mengembang, “Siap bu!”
Lalu aku melangkah dengan
riangnya menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, tak lama kemudian bel berbunyi
dan aku belajar seperti biasa, sekarang aku sudah tau mana tangan yang
sebaiknya ku gunakan untuk menulis. Semenjak kejadian itu, setiap hari aku
selalu berusaha menulis dan makan menggunakan tangan kanan, dan setiap hari juga ibuku
harus mencoret telapak tangan kiriku sampai aku benar-benar bisa membedakan
mana tangan kiri dan tangan kanan. Meskipun kalau menggambar atau mewarnai aku
masih lebih nyaman menggunakan tangan kiri. Dan hingga saat ini, umurku sudah
23 tahun, 17 tahun silam semenjak aku masih menggunakan tangan kiri untuk menulis,
aku sudah terbiasa menulis dan makan menggunakan tangan kanan, namun untuk mengerjakan
pekerjaan lain, aku bisa menggunakan dua-duanya. Suatu anugerah tersendiri
bagiku. Alhamdulillah.
Terimakasih, Ibuku, yang telah
mengajarkanku, mendidikku dengan sangat sabar. You’re my everything.
To be continue… *Insya Allah*
Sebawi, 09 Desember 2019
-sati.w-

Komentar
Posting Komentar